Categories
Bisnis

Saya Bukan Investor

Saya baru “ngeh”. Ternyata mereka yang mengais rejeki dengan memperjualbelikan aset berharga itu lebih suka dirinya disebut investor.

Kenapa? Entahlah.

Categories
Bisnis

Komunitas Investasi dan Trading Saham di Bali

Beberapa waktu yang lalu dalam obrolan ringan dengan beberapa orang – teman dab temannya teman – tiba-tiba saya mendapat pertanyaan yang tidak saya duga. “Bro, ada komunitas investasi atau trading saham di Bali nggak ya?”

Sebetulnya mungkin itu pertanyaan biasa-biasa saja dan mestinya tidak mengagetkan. Hanya saja aktivitas saya bertansaksi saham rasa-rasanya tidak pernah saya bicarakan dengan siapapun. Selain saya dan perusahaan-perusahaan sekuritas tempat saya membuka akun RDI alias Rekening Dana Investasi, kayaknya cuma Tuhan dan istri saya saja yang tahu. Jadi yang langsung muncul di kepala saya saat mendengar pertanyaan itu “Lho koq dia tahu …”

Categories
Bisnis

Backlinks are NOT Dead

Sebagai praktisi digital marketing saya tidak termasuk golongan penggemar “is dead” saat bicara teknik atau strategi. Apa-apa dibilang “is dead”. Liat mereka yang berkutat dengan SEO diteriakin “SEO is dead!” Sama-sama pemain SEO liat mereka sibuk link building bilangnya “Backlink udah nggak ngaruh.” Ada yang membuat konten dengan memeprhatikan keyword, LSI, dan lain-lain dibilang “It’s so old!”

Ya kecuali untuk barang yang emang beneran mati. Yahoo misalnya. Yahoo is dead, ngapain lagi optimasi buat dia?

Categories
Bisnis

Jasa SEO? Males Ah!

Mereka yang mengenal saya cukup dekat tahu kalau salah satu cara saya nyari duit adalah melalui dunia maya. Sejak hampir 20 tahun yang lalu saya aktif membuat website dan mendorongnya ke papan atas hasil pencarian search engine untuk kemudian dijadikan mesin penghasil uang. Yang terakhir itu di kalangan praktisi digital marketing biasa disebut no”. Menempatkan website atau halaman web di halaman pertama hasil pencarian search engine kita kenal dengan istilah Search Engine Optimization alias SEO. Seperti Aqua yang di tanah air hampir identik dengan air mineral, saat ini search engine hampir sinonim dengan Google.

Apakah saya seorang pakar SEO? Atau guru SEO? Jelas bukan. Saya hanya seorang praktisi SEO. Kalaupun mau ditambahin embel-embel, ya katakanlah praktisi SEO yang agak serius. Tidak bisa dibilang pakar apalagi guru SEO karena saya memang tidak pernah dan tidak pernah tertarik unthk mengajar SEO. Justru sampak sekarangpun saya masih terus belajar dari banyak pakar SEO, baik yang saya kenal secara pribadi maupun yang terhubung lewat interaksi media sosial.

Categories
Bisnis

SEO is (not) Dead

Sekarang jamannya orang belanja online. Kalaupun ada produk yang kebanyakan orang lebih pede membeli secara online, biasanya mereka riset secara online terlebih dahulu, dari memahami fitur-fiturnya sampai membandingkan harga dan mencari tempat untuk membeli yang paling mudah dijangkau.

Untuk mencari produk maupun informasi seputar produk secara online, biasanya orang menggunakan mesin pencari alias search engine. Karena di hampir seluruh belahan dunia Google merupakan search engine yang paling banyak dipakai, aktivitas melakukan pencarian melalui search engine sering disebut Googling, apapun search engine yang dipakainya.

Categories
Bisnis Sehari-hari

Masker Rasa CD

Biar nggak salah faham, pertama perlu dijelaskan dulu bahwa dari sekian banyak hal yang penyebutannya sering disingkat menjadi CD, dari Corps Diplomatic sampai Compact Disc, yang dimaksud dengan CD dalam judul di atas adalah celana dalam. Banyak sebutan lain untuk perangkat lunak yang satu ini, misalnya kolor, sempak, cawet, dll. tapi CD rasanya memang lebih sopan.

Kedua … Maaf nggak ada keduanya. Ada yang pertama tidak berarti harus ada yang kedua dan seterusnya kan? Kalau meminjam kata-kata pemda yang baru-baru ini diributin gara-gara nggak pasang bendera merah putih di alun-alun pas 17an sih nggak wajib. Kecuali memang anda pelaku, peminat, atau mungkin hanya sekedar pengidam poligami.

Categories
Bisnis Buku & Majalah Hobi

Cara Murah Mendapatkan Majalah Harvard Business Review Terbaru

Sudah sekitar 10an tahun saya “berlangganan” majalah Harvard Business Review. Sengaja saya pasangi tanda kutip di kata berlangganan karena saya tidak secara resmi tercatat sebagai pelanggan yang dikirimi setiap kali edisi baru terbit. Semua majalah saya dapat dengan cara yang sama, membeli, entah di toko buku atau kalau majalah lokal cukup di kios majalah. Kalau saya sebut langganan, artinya setiap terbit edisi baru saya hampir pasti beli. Sementara yang lain biasanya saya beli hanya kalau isi di edisi tersebut menarik perhatian saya.