Categories
Hobi

Alex v.s. Alex

Seri MotoGP yang digelar di Sirkuit Aragon lebih menarik dari biasanya. Jika di seri-seri sebelumnya sang juara bertahan, Marc Marquez, absen karena masih harus memulihkan kondisi fisiknya, kali ini ada pembalap papan atas lain yang juga tidak bisa ikut tampil. Valentino Rossi terpaksa absen karena divonis positif mengidap virus Covid-19 sehingga harus diisolasi.

Kalau absennya Marquez diyakini banyak penggemar MotoGP berpengaruh besar pada perubahan peta persaingan sehingga menjadikan gelaran MotoGP lebih menarik ditonton, rasa-rasanya meskipun Rossi sarat prestasi dan kaya pengalaman, ketidakhadirannya tidak banyak membawa perbedaan, kecuali mungkin untuk para penggemar fanatiknya. Wajar saja. Karena tahun ini prestasi Rossi nggak moncer-moncer amat. Para fans Rossi harap jangan tersinggung. Memang kenyataannya 3 kali berturut-turut Rossi gagal finish akibat jatuh pada lap-lap awal.

Sayang saat pembalap-pembalap lain memanfaatkan secara maksimal ketidakhadiran Marquez untuk mendulang prestasi, entah memenangi balapan, mengumpulkan point, bahkan mengejar gelar juara dunia, Rossi seolah-olah melipir tersisih dari persaingan.

Dominasi Yamaha dan Suzuki

Pada putaran-putaran awal selepas start Yamaha dan Suzuki nampak mendominasi balapan. 5 pembalap terdepan semua menunggangi kedua merk motor itu. Sementara di bawah mereka bercokol pembalap-pembalap Ducati yang melengkapi 10 besar.

Begitu lampu menyala hijau, Fabio Quartararo dan Maverick Vinales yang sama-sama membesut motor Yamaha langsung melesat dan bertukar posisi. Selepas start, Vinales yang start dari posisi kedua merebut posisi terdepan dari tangan Quartararo. Sementara Miquel Oliveira yang merupakan rekan setim Quartararo, melengkapi dominasi Yamaha di zona podium. Di belakang mereka ada sederet motor-motor Ducati dan duo pembalap Suzuki, Alex Rins dan Joan Mir melengkapi 10 pembalap terdepan.

Saya sempar berfikir kalau saja Rossi ada, mungkin 4 motor Yamaha akan melaju paling depan.

Untuk satu dua lap awal, sepertinya balapan hanya diikuti Yamaha, Suzuki, dan Ducati, yang lain hanya meramaikan saja. Sementara diantara ketiga merk itu, Yamaha nampak jelas yang terdepan. Tapi sayangnya sepertinya motor-motor Yamaha ini macan kualifikasi. Lepas dua lap saja Rins yang start dari posisi ke-10 sudah merangsek ke zona podium. Sementara rekan setimnya di Suzuki juga tetap bertahan di 5 terdepan. Duo Suzuki mulai mengasapi trio Yamaha. Atau mungkin lebih tepatnya duo Yamaha, karena yang ngacir paling depan di lap-lap awal ini Vinales dan Quartararo.

Sepertinya motor yang dipacu Quartararo mengalami masalah. Meskipun dia masih tetap berada di lintasan, posisinya terus menurun. Rins memang sangat cepat. Tapi saat dia merebut posisi kedua yang dikuasai Quartararo, sepertinya karena Quartararo yang kendor. Setelah Rins, hampir semua pembalap lain mendahuluinya. Pada akhir balapan, Quartararo finis paling akhir, dan harus merelakan posisi teratasnya di papan klasemen tergusur Mir.

Belakangan diberitakan kalau harga mahal yang harus dibayar Quartararo dengan kehilangan kesempatan naik podium di Aragon sekaligus kehilangan posisi teratasnya di klasemen sementara diakibatkan oleh hal yang bisa dibilang sangat sepele, tekanan angin ban depan yang terlalu tinggi.

Lap demi lap berlalu, Vinalespun tak bisa mempertahankan lajunya untuk memimpin balapan sampai akhir. Setelah melewati Quartararo, Rins akhirnya sukses merebut posisi terdepan dari tangan Vinales.

Sementara itu setelah kehilangan posisi terdepannya, alih-alih merebut kembali posisinya dari tangan Rins, Vinales justru sibuk bertahan dari gempuran rekan setim Rins. Nampaknya seri ini memang milik Suzuki. Mir yang berada di posisi ketiga terus mengasapi buntut Yamaha yang digeber Quartararo.

Perjuangan Joan Mir

Meskipun kalah kencang dan akhirnya disalip Suzuki besutan Rins, Yamaha yang dibesut Vinales sepertinya tidak mengalami masalah serius seperti motor Quartararo. Mir yang selama ini lebih kompetitif dari rekan setimnya jelas berusaha untuk merebut posisi terdepan dari tangan Rins. Pastinya target Mir bukan Vinales, tapi Rins. Sayangnya untuk memburu Rins dia harus lebih dahulu melewati Vinales.

Seperti Rins yang harus berjuang keras melewati Vinales, usaha Mir melewati Vinales juga tidak mudah.

Alih-alih berhasil, salah satu upaya Mir melewati Vinales – dan usaha Vinales mempertahankan posisinya – membuat keduanya sedikit melambat. Kesempatan itu tidak disia-siakan pembalap yang sudah menempel ketat di belakang Mir untuk melewati keduanya, sekaligus. Alex Marquez, pembalap Honda yang berstatus rookie langsung mengambil alih posisi kedua yang sedang diperebutkan Vinales dan Mir.

Pada akhirnya Mir berhasil melewati Vinales dan masuk zona podium. Meskipun finish di belakang rekan setimnya, posisi ketiga yang diraihnya, dikombinasikan dengan kegagalan Quartararo sang pemuncak klasemen untuk menuai poin menempatkan Mir si puncak klasemen menggeser Quartararo.

Meskipun memucaki klasemen, Mir belum pernah sekalipun memenangkan seri MotoGP.

Alex Marquez

Bergabung menjadi rekan setim kakaknya yang selama bertahun-tahun mendominasi MotoGP, Marc Marquez, sejak awal musim ini, Alex nampak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan motornya. Seri ke seri berlangsung tanpa kehadiran Marc Marquez, Alex Marquez tidak ikut berebut tempat di barisan depan, baik saat start maupun finish.

Tidak heran banyak orang meragukannya. Termasuk timnya sendiri yang kemudian memutuskan untuk menggantikannya dengan Pol Espaegaro tahun depan.

Di LeMans, Alex Marquez membuat kejutan dengan mengakhiri balapan sebagai runner-up. Tapi drama balapan yang membuat hampir semua pembalap papan atas gagal meraih hasil bagus membuat saya dan mungkin banyak orang lain menduga keberhasilan itu hanya kebetulan belaka. Diuntungkan oleh situasi, terutama aoal cuaca.

Di Aragon Alex Marquez seolah-olah membuktikan bahwa dia memang benar-benar sudah menguasai motornya sehingga bisa memaksimalkan potensinya.

Alex v.s. Alex

Dari semua drama yang mewarnai gelaran MotoGP Aragon, tidak bisa dipungkiri, duel antara pembalap Alex Rins yang membalap untuk tim Suzuki dan Alex Marquez, rookie yang membalap untuk Repsol Honda adalah yang paling menarik.

Kedua Alex, Rins dan Marquez, sama-sama memulai balapan dari baris tengah. Mereka start dari posisi yang berurutan. Rins start dari posisi ke-10 sementara Marquez memulai balapan tepat di belakang Rins, dari posisi ke-11. Mungkin tidak sepenuhnya benar disebut “di belakang”. Posisi start ke-10 dan ke-11 itu satu deret, berdampingan. Posisi start ke-10 hanya sedikit lebih depab dari posisi ke-11.

Rins hanya perlu melewatkan 2 putaran sebelum merangsek ke zona podium untuk kemudian mengambil alih posisi terdepan, diikuti Vinales yang posisi terdepannya dia gusur, dan Mir, rekan setimnya.

Marquez perlu waktu jauh lebih lama. Meskipun demikian perlahan tapi pasti dia melewati satu per satu pembalap di depannya sampai dia berada di belakang Mir yang sedang berusaha merebut posisi kedua dari Vinales. Sedikit kesalahan yang dilakukan kedua pembalap itu dimanfaatkan Marquez untuk melewati keduanya sekaligus. Posisi yang diperebutkan Vinales dan Mir diserobot Marquez.

Kalau Vinales boro-boro mengejar malah semakin menjauh setelah dilewati Rins, Marquez tidak memerlukan waktu lama sebelum mulai mengasapi buntut Rins.

Usaha Marquez memburu Rins, dan usaha Rins mempertahankan posisinya menjadi tontonan menarik selama beberapa lap. Meskipun jaraknya sangat dekat dan motor Marquez nampak cukup cepat untuk mengejar Rins, Marquez sangat jelas nampak kesulitan untuk menemukan celah melewati Rins yang membalap sangat rapi menutup setiap celah yang mungkin dimanfaatkan Rins.

Sayang saat akhirnya Marquez benar-benar mencoba melewati Rins, motornya bergoncang hebat.

Marquez masih bisa mengendalikan motornya dan terhindar dari kecelakaan. Tapi sepertinya niatan Marquez untuk mengejar Rins menghilang sudah.

Marquez bermain aman.menyelamatkan posisi kedua dan finish di belakang Rins.

Kedua Alex memulai balapan berurutan dari posisi ke-10 dan ke-11. Keduanya mengakhirinya pada posisi berurutan juga, pertama dan kedua. Artinya masing-masing naik 10 posisi.

Akankanh performa apik Marquez berlanjut minggu depan pada seri yang akan digelar di sirkuit yang sama?

Kita tunggu jawabannya seminggu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.