Categories
Sehari-hari

Kopi Menurunkan Berat Badan Lho Katanya

Bahwa kopi menurunkan berat badan mungkin bukan hal baru artinya banyak orang yang tahu. Tapi kalo buat saya ini pengetahuan baru yang lumayan emejing sehingga bolehlah saya tulis. Siapa tahu ada juga orang-orang yang seperti saya, baru tahu kalo kopi menurunkan berat badan.

Mengapa buat saya ini sedikit wow? Karena saya penggemar berat kopi, dan kebetulan cara saya mengkonsumsi kopi cenderung masuk ke dalam kategori sehat. Kopi hitam. Hanya kopi dan air, tanpa tambahan apapun. Gula, sweetener, susu, creamer, no.

Pertama kali nggak sengaja baca atikel mengenai kopi menurunkan berat badan saya langsung ngacak-ngacak Google dan menemukan banyak artikel dengan kesimpulan senada. Banyak portal berita dan blog antah-berantah, tapi banyak juga artikel dari media-media bonafid yang ditulis berdasarkan riset lembaga-lembaga terkemuka berkelas dunia.

Pengetahuan baru itu lalu memunculkan pertanyaan di kepala saya. Apakah berat badan saya ada hubungannya dengan konsumsi kopi saya?

Apakah berat badan saya yang tetap berada di dalam rentang normal – saat banyak orang seusia saya harus bersusah payah menjaga berat badannya dan gagal terus – itu disebabkan karena saya punya kebiasaan mengkonsumsi kopi hitam, tanpa gula, sweetener, susu, creamer, dll.?

Makan saya normal koq. Nggak dijaga-jaga diatur-atur. Malah teman-teman yang kenal dekat bilang makan saya banyak. 7 tahun bersama, saya hampir selalu makan berdua dengan pasangan, dan saya tukang ngabisin sisa makanan dia, setelah menghabiskan makanan saya sendiri.

Saya memang tidak termasuk orang yang terlalu memperhatikan berat badan.

Bukan karena saya nggak peduli penampilan atau kesehatan, tapi karena berat badan saya memang berada di rentang ideal. Seumur hidup berat badan saya nggak pernah melewati ambang normal. Sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa intervensi.

OMG! Koq baru nyadar kalo selama ini saya taking it for granted. Kepikir bersyukurpun nggak.

Berat badan saya biasanya berada di kisaran 68kg. Dengan tinggi badan 170cm, BMI saya berada di angka 23,53. Angka itu masuk di dalam rentang kategori normal. Memang lebih berat ke garis atas daripada ke garis bawah sih, tapi karena selama ini tidak ada kecenderungan naik, saya tidak melihat itu sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

Apa Itu BMI?

BMI merupakan singkatan dari Body Mass Index alias indeks masa tubuh. Dengan formula tertentu, BMI memberikan indikasi berat badan ideal di bandingkan dengan tinggi badan. Secara umum BMI merupakan salah satu indikator potensi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, dengan melihat berat badan sebagai parameternya.

Formulanya sederhana, berat badan dibagi tinggi badan kuadrat. Berat badan dalam satuan kilogram, tinggi badan dalam satuan meter. Jangan salah, tinggi badannya dalam satuan meter, bukan senti.

Dalam kasus saya, berat badan saya 68kg, tinggi badan saya 170 senti alias 1,7 meter. Jadi BMI saya adalah 68 / (1,7 × 1,7) = 23.5294117647. Jadi ya bulatkan sajalah jadi 23,53.

Berikut patokannya:

  • Kurang dari 17: kurus banget.
  • Antara 17 dan 18,4: kurus.
  • Antara 18,5 dan 25: normal.
  • Antara 25,1 dan 27: gemuk.
  • Di atas 27: sebut sendiri aja ya, gak tega.

Biar Kopi Menurunkan Berat Badan

Memang ada rambu-rambunya supaya kopi menurunkan berat badan. Ya mungkin juga untuk mendapat aneka manfaat lain dari kopi secara maksimal.

Kalau saya memang kebetulan seleranya begitu, persis seperti itu, jadi ya asik-asik aja.

Berikut saran sejumlah pakar supaya konsumsi kopi menurunkan berat badan:

  • Kopi adalah minuman dengan sangat banyak manfaat. Tidak hanya menurunkan badan tapi juga menjaga konsentrasi, meningkatkan imunitas, anti-oksidan, membantu menjaga kesehatan jantung.
  • Tetapi untuk mendapatkan manfaat itu, yang diminum harus kopi hitam. Artinya hanya kopi dan air. Diseduh dengan air panas, diseduh air panas lalu dikasih es batu, atau diseduh dingin dengan teknik cold brew, bebas.
  • Kalau bukan kopi hitam, jangankan mendapat manfaat, justru bisa menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan. Kebiasaan mencampurkan gula atau sweetener dan susu atau creamer ke dalam kopi sama saja dengan mengubah jamu menjadi racun.
  • Gula dan kalori bisa berdampak buruk pada kesehatan sehingga dengan sengaja menambah asupannya dengan membubuhkannya pada kopi adalah kesalahan besar.
  • Sesuatu yang baik kalau terlalu banyak tetap berbahaya, begitu juga konsumsi kopi. Batasi konsumsi kopi maksimum 4 cangkir per hari.
  • Kopi dikenal mengandung cafein. Tergantung sensifitas tubuh kita terhadap cafein, konsumsi kopi mungkin dapat mengganggu kualitas tidur. Jadi sebaiknya beberapa jam sebelum waktunya tidur, jangan minum kopi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *