Categories
Filosofi Sehari-hari

Saya Bukan Vegetarian Koq

Orang-orang yang kenal dekat saya rata-rata hafal kalau saya nggak makan daging. Semua hewan berkategori ternak yang biasa dimakan, apalagi yang bukan. Sapi, kambing, ayam, bebek, dan teman-teman sejenis mereka. Jadi sering kali kalau ada yang mengajak makan, sering kali mereka kemudian pusing memilih mau makan dimana. Mereka berusaha mencari tempat yang menyediakan menu yang bisa saya makan. Kadang saya juga denger bisik-bisik, atau obrolan di belakang yang ujung-ujungnya muter ke kuping saya. Yang beraahabat misalnya “Ya kita gak bisa makan di A, B, C kalo sama dia, tempat yang lain aja”. Tapi ada juga yang seperti “Mendingan jangan ajak dia deh dari pada ribet”. Ada juga yang ngajak kalo mau makan di tempat aman, tapi kalo mau ‘nglathak’ ya nggak.

Categories
Sehari-hari

Ngantor di Mobil

Biasanya kalo kita bicara digital nomad yang terbayang itu bekerja sambil jalan-jalan. Jadi travelling, kemudian bekerja di tempat-tempat yang berhubungan dengan travellingnya itu, hotel, restoran, cafe, tempat wisata, atau yang sekarang lagi beken, co-working space. Gak heran kalo Googling nyari foto dengan keyword “digital nomad” biasanya yang muncul nggak jauh-jauh dari orang mangku laptop di tepi pantai.

Tapi kalo buat saya sebagai pelaku sih digital nomad itu bukan sekedar cara kerja tapi gaya hidup. Artinya tidak hanya bicara travelling apalagi naik turun pesawat, tapi juga bisa kerja sambil muter-muter jarak deket, malah mungkin di seputaran kota tempat kita tinggal. Saat nunggu bini belanja misalnya, daripada ngebuntut dorong-dorong belanjaan kan mendingan duduk di mobil sambil kerja. Kalo saya, dalam perjalan jarak jauh sering kali daripada nyari-nyari hotel, mendingan istirahat di rest area lalu buka kantor.