Categories
Opini

Agama Setengah Yakin

Viral berawal dari postingan di akun Tiktok pribadinya, seorang wanita menceritakan kisahnya yang terpaksa harus melepas hijab selama bekerja.

Lagi-lagi. Klise sebetulnya sih. Sudah berasa dengerin kaset butut yang terus diputar berulanh-ulang. Kisah yang terus berulang di negeri ini. Negeri yang menjadikan kebebasan menjalankan ajaran agama sebagai salah satu pondasi kehidupan berbangsa dan bernegaranya.

Categories
Opini

COD Menyesatkan

Saya baru tahu ternyata pemahaman saya tentang COD yang merupakan singkatan dari Cash on Delivery itu sangat berbeda dengan pemahaman “milik” para pelaku usaha yang terlibat dalam penggunan model transaksi yang makin banyak dipakai dalam aktivitas belanja online.

Baru-baru ini tersebar video dimana seorang ibu marah-marah kepada kurir yang mengirimkan barang pesanan yang dibelinya secara online. Dari pembicaraan antara keduanya jelas tersirat kalau transaksi yang dilakukan pembeli menggunakan cara COD.

Categories
Opini

Para Pendukung Separatis Bermunculan

Baru beberapa jam lalu saya menulis posting yang mengekspresikan keheranan saya terhadap pemerintah yang terkesan toleran dengan aksi kekerasan brutal yang terus dilakukan kelompok yang selama ini dalam pernyataan-pernyatan resmi pemerintah disebut Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB. Pada postingan itu salah satu yang saya sorot adalah penggunaan istilah “kelompok kriminal” terhadap mereka yang jelas-jelas menebar teror dan secara terbuka mengungkap kemerdekaan sebagai tujuan dari aksi-aksi kekerasan yang dilakukannya.

Tidak lama berselang pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD resmi menempelkan label teroris kepada kelompok yang selama ini disebut sebagai KKB itu. “Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris. Ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018,” sebut Mahfud MD di hadapan sejumlah jurnalis yang menghadiri konferensi pers di Kemenko Polhukam pada hari Kamis tanggal 29/4/2021 tadi.

Categories
Opini

Bermain Api di Papua

Beberapa bulan terakhir ini, every now and then, muncul pemberitaan mengenai nyawa yang melayang akibat kekerasan yang dilakukan kelompok yang oleh pemerintah ditempeli label Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB. Tidak hanya aparat keamanan yang jadi sasaran tapi juga rakyat biasa, karyawan perusahaan tambang, pekerja proyek pembangunan infrastruktur, petani, tukang ojek, sampai pemuka agama.

Meskipun sudah beberapa tahun berlalu, pastinya masih lekat dalam ingatan kita peristiwa berdarah yang merenggut nyawa 31 orang pekerja proyek pembangunan jalan Trans Papua. Diberitakan bahwa para pelaku yang merupakan salah satu kelompok berlabel KKB sempat menyatakan kalau yang mereka inginkan bukan pembangunan tapi kemerdekaan.

Categories
Opini

Teror Bom Makassar

Serangkaian operasi pengungkapan jaringan terorisme di tanah air oleh aparat keamanan khususnya Detasemen Khusus Anti-Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus-88 Polri) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) rupanya tidak menyurutkan keinginan segelintir orang untuk menyebar kekejaman. Saat sejumlah rencana aksi teror digagalkan sebelum terjadi, kita disentak dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Categories
Opini

Memilih untuk Dijajah

Berita otomotif yang dilansir media digital detik.com menggelitik pikiran saya untuk ngeluyur sampai kemudian terhenti pada keprihatinan atas kenyataan bahwa sebagian kita, termasuk mereka yang memegang kekuasaan untuk mengambil keputusan strategis di tingkat nasional, lebih memilih untuk membiarkan negeri yang sudah merdeka ini untuk tetap terjajah.

Mungkin memang tidak dalam arti harafiah dimana penjajahan dimaknai sebagai dikuasainya kedaulatan negara oleh bangsa lain. Tapi ketergantungan dalam aspek-aspek tertentu terhadap negara lain yang membuat kedaulatan kita dalam aspek itu dikuasai negara lain bisa juga dilihat sebagai bentuk penjajahan.

Categories
Opini

UU Cipta Kerja Siap Gaspol

Sepertinya langkah Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur non-fisik dalam bentuk penataan peraturan, regulasi, dan perundang-undangan yang lebih berpihak kepada akselerasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan terus bergulir.

Hiruk-pikuk penolakan atas kehadiran omnibus law pertama – yang konon akan disusul beberapa omnibus law dalam berbagaia bidang – jelas sudah mereda. Mungkin malah bisa dibilang sudah tidak terdengar lagi. Sepertinya alih-alih bereaksi dengan aneka kritik dan penolakan, pemerintah lebih memilih bersikap dingin, membiarkan semua menggunakan haknya untuk mengemukakan pendapat, sambil terus melangkah dalam kesunyian.

Categories
Opini

Digital Nomad di Bali

Pemberitaan mengenai dideportasinya warga negara asing dari Bali menyusul viralnya posting yang mereka buat melalui portal media sosial membuat fenomena digital nomad di Bali mendadak menyeruak ke permukaan.

Sejatinya yang saya fahami dari sejumlah berita mengenai kasus itu, praktek digital nomad yang dilakukan warga negara Amerika Serikat bernama Kristen Antoinette Gray bukan menjadi penyebab utama dia dideportasi. Hanya saja mungkin karena saya juga salah satu pelaku gaya hidup digital nomad, ya sisi itulah yang paling menarik perhatian saya.

Categories
Filosofi Opini

Mentalitas Tanpa Pamrih

Tanggal 16 Januari terbit berita tentang peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama, 19 tahun lalu. Tanggal 16 Januari 2002 Pesawat komersial Garuda Indonesia GA421 mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo. Lokasi kejadian itu cukup terpencil. Tepatnya di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Flash back kejadian ini mungkin akan berlalu begitu saja dan tidak terlalu menarik perhatian seandainya pada tanggal yang tidak berselisih terlalu jauh, tepatnya tanggal 9 Januari 2021 terjadi peristiwa kecelakaan penerbangan. Sriwijaya Air SJ182 jatuh di kawasan perairan Kepulauan Seribu dan menewaskan seluruh penumpang dan kru yang berada di atasnya.

Categories
Filosofi Opini

Riyakah Nyai?

Heboh media sosial kembali diangkat media resmi dalam bentuk berita. Kali ini tentang sosok selebriti Nikita Mirzani yang melalui akun media sosialnya mengumumkan akan menyumbangkan sejumlah uang untuk mereka yang tertimpa bencana. Dalam postingan itu Nicky menyebut akan menyumbangkan masing-masing 100 juta rupiah untuk korban gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan.

“Bismillah… Untuk membantu suadara saudara saya yang terkena bencana gempa di Majene Sulawesi Barat dan korban banjir di Kalimantan Selatan, saya ingin menyumbang masing-masing 100 juta untuk membantu meringankan saudara-saudara sayang terkena musibah,” tulis Nicky melalui akun Instagramnya pada hari ini, Minggu, 17 Januari 2021.