Categories
Filosofi

Saya Kutu Buku? Trus Masalahmu Apa?

Saya kutu buku? Mungkin aja sih. Saya sih nggak merasa begitu. Tapi kalo banyak orang bilang saya kutu buku, ya terserah-terserah saja. Lha kalo ada yang bilang saya kutu kupret aja saya nggak ambil pusing koq. Apalagi kutu buku yang kesannya sedikit lebih beradab meskipun sama-sama kutu.

Cuma kalo pikiran jujur saya sendiri sih saya justru liatnya sebaliknya. Kalo kebiasaan saya membaca itu buat sebagian orang keliatan aneh, saya justru menganggap orang-orang yang males membaca itulah yang aneh.

Categories
Filosofi Opini

Mentalitas Tanpa Pamrih

Tanggal 16 Januari terbit berita tentang peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama, 19 tahun lalu. Tanggal 16 Januari 2002 Pesawat komersial Garuda Indonesia GA421 mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo. Lokasi kejadian itu cukup terpencil. Tepatnya di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Flash back kejadian ini mungkin akan berlalu begitu saja dan tidak terlalu menarik perhatian seandainya pada tanggal yang tidak berselisih terlalu jauh, tepatnya tanggal 9 Januari 2021 terjadi peristiwa kecelakaan penerbangan. Sriwijaya Air SJ182 jatuh di kawasan perairan Kepulauan Seribu dan menewaskan seluruh penumpang dan kru yang berada di atasnya.

Categories
Filosofi Opini

Riyakah Nyai?

Heboh media sosial kembali diangkat media resmi dalam bentuk berita. Kali ini tentang sosok selebriti Nikita Mirzani yang melalui akun media sosialnya mengumumkan akan menyumbangkan sejumlah uang untuk mereka yang tertimpa bencana. Dalam postingan itu Nicky menyebut akan menyumbangkan masing-masing 100 juta rupiah untuk korban gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan.

“Bismillah… Untuk membantu suadara saudara saya yang terkena bencana gempa di Majene Sulawesi Barat dan korban banjir di Kalimantan Selatan, saya ingin menyumbang masing-masing 100 juta untuk membantu meringankan saudara-saudara sayang terkena musibah,” tulis Nicky melalui akun Instagramnya pada hari ini, Minggu, 17 Januari 2021.

Categories
Filosofi Opini

Senggol-Senggolan di Jalanan

Insiden miris terjadi saat seorang ibu muda meregang nyawa di jalanan akibat kecelakaan yang disebabkan kelalaian pengendara lain.

Ooops … salah. Bukan kelalaian. Karena polisi menjelaskan kalau si penyebab kecelakaan itu memang dengan sengaja melakukan manuver yang membahayakan pengendara lain, meskipun tindakannya itu memang tidak spesifik ditujukan untuk mencelakakan korban.

Categories
Filosofi

Hari Ibu (selalu) Kelabu

22 Desember di tanah air diperingati sebagai Hari Ibu. Sayang banyaknya peringatan yang dimanifestasikan ke dalam tanggal menjadi hari ini, hari itu, sepertinya membuat momentum Hari Ibu secara umum tidak terasa istimewa. Tapi sejak sejauh yang saya ingat, dalam tradisi keluarga saya Hari Ibu ini sangat istimewa.

Tapi itu dulu. Semenjak Ibu saya dipanggil pulang dalam usia yang relatif masih muda, belasan tahun yang lalu, tradisi itu hanya tinggal kenangan. Yang tersisa hanya sesak di dada yang terasa lebih berat saat momentum peringatan Hari Ibu mebangkitkan kenangan akan sosok yang ketulusan kasihnya belum sempat saya balas.

Categories
Filosofi

Saya Nggak Main Game

Tumbuh bersama pertumbuhan video game lalu menjalani profesi yang hampir identik dengan maniak game, sama sekali tidak membuat saya tergerak untuk bermain game.

Saya sama sekali tidak main games. Buat saya main game itu salah satu hal terbodoh yabg bisa dilakukan manusia.

Categories
Filosofi

Cermin Karakter Pada Tumpukan Baju

Seorang teman melalui postingan Facebook melempar topik pembicaraan mengenai masa lalu, masa remaja, masa kecil. Melalui postingan itu memprtanyakan apakah teman-temannya dulu kalau mengambil baju dari tumpukannya di lemari diangkat atau ditarik.

Ketangkep maksudnya nggak sih? Untuk memastikan saja bahwa kita benar-benar on the same page, biar saya samakan persepainya ya.

Categories
Filosofi Sehari-hari

Saya Bukan Vegetarian Koq

Orang-orang yang kenal dekat saya rata-rata hafal kalau saya nggak makan daging. Semua hewan berkategori ternak yang biasa dimakan, apalagi yang bukan. Sapi, kambing, ayam, bebek, dan teman-teman sejenis mereka. Jadi sering kali kalau ada yang mengajak makan, sering kali mereka kemudian pusing memilih mau makan dimana. Mereka berusaha mencari tempat yang menyediakan menu yang bisa saya makan. Kadang saya juga denger bisik-bisik, atau obrolan di belakang yang ujung-ujungnya muter ke kuping saya. Yang beraahabat misalnya “Ya kita gak bisa makan di A, B, C kalo sama dia, tempat yang lain aja”. Tapi ada juga yang seperti “Mendingan jangan ajak dia deh dari pada ribet”. Ada juga yang ngajak kalo mau makan di tempat aman, tapi kalo mau ‘nglathak’ ya nggak.

Categories
Filosofi

Saya Bukan Penyayang Hewan

Saya nggak makan daging. Sudah lama, 7-8 tahun mungkin. Dan itu sering membuat orang bertanya, apakah saya seorang penyayang hewan.