Categories
Hobi

Dipecat Malah Melesat

Nggak seru rasanya seri MotoGP yang digelar akhir pekan lalu di Austria. Soalnya nggak sempet nonton live. Kebetulan lagi nyetir dan situasinya nggak memungkinkan untuk berenti dulu. Jadinya baru nonton rekamannya sekitar jam 10an, sejaman lebih setelah bubaran. Alamak bubaran kayak dangdutan kampung aja. Jadi sebelum nonton udah tau siapa yang menang, bahkan udah liat cuplikan bagaimana Rossi selamat dari kecelakaan hebat yang mungkin saja bisa merenggut nyawanya. Tau dong rasanya nonton sesuatu yang udah ketauan duluan endingnya?

Trus kenapa masih nonton?

Nah ini. Ternyata melihat detail detik per detik dari start sampai finish tetap menarik. Bahwa keseruannya terasa berkurang karena udah tau endingnya memang iya. Tapi tetap sangat lumayan daripada melewatkannya sama sekali.

Categories
Filosofi Sehari-hari

Saya Bukan Vegetarian Koq

Orang-orang yang kenal dekat saya rata-rata hafal kalau saya nggak makan daging. Semua hewan berkategori ternak yang biasa dimakan, apalagi yang bukan. Sapi, kambing, ayam, bebek, dan teman-teman sejenis mereka. Jadi sering kali kalau ada yang mengajak makan, sering kali mereka kemudian pusing memilih mau makan dimana. Mereka berusaha mencari tempat yang menyediakan menu yang bisa saya makan. Kadang saya juga denger bisik-bisik, atau obrolan di belakang yang ujung-ujungnya muter ke kuping saya. Yang beraahabat misalnya “Ya kita gak bisa makan di A, B, C kalo sama dia, tempat yang lain aja”. Tapi ada juga yang seperti “Mendingan jangan ajak dia deh dari pada ribet”. Ada juga yang ngajak kalo mau makan di tempat aman, tapi kalo mau ‘nglathak’ ya nggak.

Categories
Opini

Salib 17 Agustus

Ada banyak yang berbeda dalam momen peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang.

Yang paling kentara, dorongan menjaga jarak sepertinya membuat aneka aktivitas komunal yang biasanya digelar sebelum maupun setelah 17 Agustus tahun ini tidak digelar. Rame-rame balap karung, panjat pinang, sepak bola bapak-bapak berdaster, dan entah berapa banyak lagi jenis-jenis permainan khas tujuhbelasan sama-sekali nggak nampak. Begitu juga gapura-gapura cantik, entah yang sengaja dibuat ataupun mendandani gapura yang sudah ada. Kalau yang ini mungkin lebih erat hububgannya dengan anggaran. Kantong rata-rata masyarakat kita memang sedang kering kerontang. Jangankan untuk urunan bikin gapura, buat makan aja susah. Maklum, yang dapet berkah gaji ke-13 cuma PNS. Kantor, sekolah, pertokoan, mal, sampai pos Satpam perumahan yang biasanya dihiasi dengan aneka ornamen merah putih juga agak langka. Kalaupun ada, keliatan banget alakadarnya. Lagi-lagi maklum, selain soal anggaran, banyak yang tutup atau setidaknya mengurangi aktivitasnya.

Categories
Opini

I Stand for JRX

Saya nggak tahu sebeken apa kelompok musik Superman is Dead alias SID di luar sana. Tapi di Bali, saya kira sulit mencari orang Bali yang nggak kenal SID. Tak terkecuali saya yang meskipun bukan orang Bali asli tapi sudah puluhan tahun tinggal di “Pulau Seribu Pura” ini.

SID bukan hanya manggung di Bali. Kota-kota besar tanah air, bahkan kota-kota besar di luar negeri pun sudah mereka jejaki. Luar negerinya pun bukan hanya sekedar tetangga sebelah. Hanya saja karakter musik yang mereka usung memang bukan sesuatu yang mudah dicerna semua orang. Mereka yang punya telinga universal mungkin masih bisa menerima musik SID. Tapi bagi yang fanatik dengan genre berbeda, ya sebut sajalah dangdut Pantura misalnya, apalah artinya SID. Bukan soal keren apa ndeso apalagi baik atau buruk, ya beda selera aja.

Categories
Hobi Opini

MotoGP Ceko: Kasian Zarco

Beberapa kejadian luar biasa yang terjadi pada gelaran MotoGP di Sirkuit Brno akhir minggu lalu membuat banyak hal kecil yang sebetulnya tidak kalah menarik begitu saja terlewatkan. Salah satunya adalah tersingkirnya pembalap KTM, Pol Espargaro, dari lintasan karena terjatuh setelah bersenggolan dengan pembalap tim satelit Ducati, Johann Zarco. Padahal motor yang ditunggangi Espargaro nampak sangat kompetitif, sama kompetitifnya dengan motor yang ditunggangi rekan setimnya Brad Binder yang memenangkan balapan.

Kalau saja Espargaro tidak jatuh, bukan tidak mungkin kita melihat 2 motor KTM di atas podium.

Categories
Hobi

MotoGP Ceko: Pabrikan Terkemuka Ditaklukan Satelit

Gelaran MotoGP di Sirkuit Brno akhir pekan lalu tidak hanya memunculkan bintang baru tapi juga melanjutkan tren buruk pembalap-pembalap berpengalaman dari tim-tim pabrikan terkemuka.

Apakah ini menjadi warna baru yang akan terus berlangsung sepanjang musim bahkan terbawa ke musim-musim selajutnya? Mungkin masih terlalu dini untuk menyimpulkan, setidaknya sampai The Baby Alien kembali turun di lintasan. Tapi setidaknya bagi mereka yang menyukai perubahan, ini membuat MotoGP terasa lebih seru. Tapi bagi mereka yang cintanya dengan idola-idola lama demikian dalam mungkin justru membuat hati hancur berkeping-keping. Hehehe.

Categories
Opini

Menyoal Literasi Jurnalis

Ada sejenak waktu untuk rehat, baru buka aplikasi berita online lewat handphone, dan yang muncul di awal salah satunya adalah berita tentang kekayaan Mark Zuckerberg.

Bukan baru sekarang sih. Dari pagi lewat berbagai sumber saya membaca berita tentang kenaikan drastis nilai kekayaan bos sekaligus pendiri jejaring sosial paling populer di muka bumi, Facebook, yang konon disebabkan oleh meroketnya harga saham perusahaan tersebut. Tentunya sebagai pendiri sekaligus CEO, Mark Zuck menguasai saham Facebook dalam jumlah sangat besar. Tidak heran kalau saat harga saham perusahaan itu meningkat pesat, nilai kekayaannya meningkat pesat pula.

Categories
Sehari-hari

Ngantor di Mobil

Biasanya kalo kita bicara digital nomad yang terbayang itu bekerja sambil jalan-jalan. Jadi travelling, kemudian bekerja di tempat-tempat yang berhubungan dengan travellingnya itu, hotel, restoran, cafe, tempat wisata, atau yang sekarang lagi beken, co-working space. Gak heran kalo Googling nyari foto dengan keyword “digital nomad” biasanya yang muncul nggak jauh-jauh dari orang mangku laptop di tepi pantai.

Tapi kalo buat saya sebagai pelaku sih digital nomad itu bukan sekedar cara kerja tapi gaya hidup. Artinya tidak hanya bicara travelling apalagi naik turun pesawat, tapi juga bisa kerja sambil muter-muter jarak deket, malah mungkin di seputaran kota tempat kita tinggal. Saat nunggu bini belanja misalnya, daripada ngebuntut dorong-dorong belanjaan kan mendingan duduk di mobil sambil kerja. Kalo saya, dalam perjalan jarak jauh sering kali daripada nyari-nyari hotel, mendingan istirahat di rest area lalu buka kantor.