A Journey Towards the Light

Yang Namanya Teknik SEO Gray Hat Itu Omong Kosong

Y

Para pemain digital marketing terutama yang menggunakan kanal search engine sebagai sumber untuk mendatangkan aliran prospek pastinya sudah sangat sering mendengar istilah teknik SEO gray hat. Dalam dunia per-SEO-an memang dikenal ada tiga warna topi, putih alias white hat, hitam alias black hat, dan biru alias gray hat.

Sesuai dengan aura warnanya, putih atau white hat merepresentasikan teknik SEO yang bersih, semua aktivitas SEO dilakukan sesuai petunjuk search engine. Sebaliknya teknik SEO black hat itu teknik jahat yang menggunakan cara-cara licik untuk mengelabui search engine, website jelek dikira bagus sehingga mendapatkan ranking yang tinggi. Sesuai dengan logika warnanya, gray hat itu berada diantara hitam dan putih. Nah posisi tepatnya diantara kedua titik ekstrim itu ternyata sangat lebar, dari abu-abu tua yang lebih dekat ke hitam sampai abu-abu müdahale yang lebih mirip putih.

Teknik SEO gray hat juga mengikuti logika itu. Bisa lebih dekat ke black hat, lebih dekat ke white hat, atau persis di tengah-tengah.

Biasanya teknik SEO black hat itu membuat website kita mendapatkan ranking yang bagus dengan cepat. Resikonya kalau sampai terdeteksi Google, urusannya berat. Biasanya bukan hanya kehilangan ranking bahkan bisa dikeluarkan dari indeks. Kalau sudah begini biasanya mendapatkan kepercayaan Google kembali sehingga bisa terindeks lagi dan mendapat ranking yang bagus lagi itu kemungkinannya hampir tidak ada. Meskipun bukan sama sekali tidak mungkin, hampir semua praktisi sepakat kalau membuat website baru dan memulai dari awal masih lebih realistis.

Di sisi lain, teknik SEO white hat menjamin ranking yang kita dapat akan bertahan terus. Kalau dijaga dengan benar rankingnya akan terus naik dan kalau sudah mencapai puncak akan stabil berada disitu. Terapi untuk mencapainya perlu usaha keras dalam waktu yang lama. Bukan sekedar relatif lama lho ya, bukan relatif tapi émang beneran lama. Banyak orang juga berfikir “Udah bersusah payah sekian lama, belum tentu juga itu ranking tercapai!” Asumsi yang sebetulnya lebih didasarkan pada kemalasan. Kalau usahanya cukup keras dan dilakukan dengan konsisten dan benar, sebetulnya mendapat ranking sesuai sasaran itu hanya soal waktu saja.

Persoalannya siapa yang cukup tahan berusaha keras terus-menerus dalam waktu yang sanat lama? Kapan mulai dapat rankingnya? Kapan traffic mulai datang? Ya ujung ujungnya tentunya kapan mulai jualan dan dapat duit? Ya bilang sama Dylan, white hat SEO itu memang berat, kamu nggak akan kuat.

Karena itulah kemudian banyak praktisi yang bermain di “gray area” dengan melakukan praktek-praktek yang sebetulnya mengelabui search engine tapi dengan stategi yang rapi dan sancta hati-hati pelakunya yakin Google tidak akan “merasa” kalau dia dikelabui. Dengan begitu mereka meyakini bahwa ranking bisa didapat dengan relatif cepat ala black hat, dan rankingnya akan tetap moncer seperti white hat karena praktek pengelabuannya itu tidak terdeteksi oleh Google, bank secara algoritmik maupun pemeriksaan manual.

Sekarang jelas dong, kalau teknik SEO gray hat sejatinya black hat, hanya dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati sehingga tidak terdeteksi. Sekarang mari kita tarik pada analogi kehidupan sehari-hari. Nyolong motor itu kejahatan atau bukan? Apa kalau si maling melakukannya dengan sangat hati-hati sehingga tidak tertangkap itu artinya jadi bukan kejahatan? Contoh lain, kita tahu kalau pejabat pemerintah di Indonesia memperkaya diri dengan merugikan negara lebih dari 1 milyar rupiah itu dikatakan korupsi dan menjadi target KPK. Lalu kalau hanya 10 juta atau 100 juta saja artinya bukan korupsi?

Sama dengan semua hal lain dalam kehidupan kita sehari-hari, there is no such thing as gray hat dalam SEO. Yang namanya teknik SEO gray hat itu nggak ada. Mengelabui mesin pencari itu namanya praktek black hat, tidak terdeteksi tidak membuat warna hitamnya menjadi lebih terang.

About the author

Add Comment

By admin
A Journey Towards the Light

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta

admin

Get in touch

Quickly communicate covalent niche markets for maintainable sources. Collaboratively harness resource sucking experiences whereas cost effective meta-services.