A Journey Towards the Light

Ternyata Program Rumah DP 0% Sudah Dilaksanakan

T

Pada saat kampanye menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta, calon pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno memang dikenal banyak menjanjikan program yang dinilai sejumlah kalangan kurang masuk akal. Mungkin memang sulit merebut suara dari petahana saat itu yang pada saat memerintah sarat keberhasilan. Jadi tidak terlalu mengherankan kalau selain sejumlah isu tidak pantas seperti masalah ras dan agama, “program langit” dijadikan andalan.

Ternyata memang berhasil. Kombinasi isu SARA yang melibatkan demo berjilid-jilid dan program-program yang aduhai tapi kurang masuk akal itu berhasil menggaet kepercayaan mayoritas masyarakat Jakarta. Dalam pemilihan putaran kedua yang menghadapkannya “head to head” dengan pasangan petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat, mereka menang dengab angka yang cukup meyakinkan, 58%.

Tidak heran kalau bahkan di minggu-minggu awal kepemimpinannya, Anies – Sandi banyak menuai suara sumbang akibat program-programnya yang alih-alih mulai diwujudkan, justru sebaliknya, kita melihat banyak indikasi bahwa program-program tersebut bukan hanya belum dilaksanakan, sulit dilaksanakan, atau gagal dilaksanakan, tapi nggak bakalan dilaksanakan sama sekali dengan berbagai alasan. Banyak alasan yang membuatnya nampak batal dilaksanakan itu tidak dibuat-buat. Bukan alasan ngarang. Tapi alasan-alasan yang sangat logis dan sudah keliatan dari saat program itu dikemukakan sebagai janji kampanye.

Ternyata Program Rumah DP 0% Itu Sudah Dilaksanakan

Salah satu program langit yang dijanjikan Anies – Sandi yang banyak disebut-sebut adalah program rumah DP 0% yang digadang-gadang merupakan solusi lebih hebat dibandingkan Rusunawa yang banyak dibangun pemerintahan sebelumnya, bahkan sebelum-sebelumnya. Bisa disebut program langit karena memang banyak hal yang membuatnya tidak masuk akal. Dari harga tanah di DKI Jakarta sampai peraturan perbangkan yang tidak memungkinkan kredit tanpa DP.

Dari saat kampanye, pasangan Anies – Sandi dan para pendukungnya sibuk berusaha meyakinkan kalau program tersebut bisa dab akan dilaksanakan. Sekarang setelah menjabat, PR mereka lebih banyak lagi. Selain terus mencari argumen untuk meyakinkan bahwa program rumah DP 0% itu bisa dan akan dilaksanakan, mereka juga harus mencari alasan untuk menjawab pertanyaan mengapa program itu belum dimulai juga. Jangankan dilaksanakan, langkah-lanhkah ke arah itupun belum keliatan.

Tapi berita pagi ini yang saya dapat melalui link yang disebar melalui jaringan media sosial menunjukkan bahwa program rumah DP 0% sudah ada.

Ini link beritanya http://jurnalpolitik.id/2017/11/10/sebagian-jalan-inspeksi-tanah-abang-sudah-dipenuhi-gubuk-liar/anah-abang-sudah-dipenuhi-gubuk-liar/

Dalam berita itu digambarkan bagaimana Jalan Inspeksi Tanah Abang sekarang sudah tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya karena lebih dari separuh badan jalan dipenuhi bedeng liar yang dibangun dari bahan seadanya, sepertinya kebanyakan hanya menggunakan tripleks dan terpal.

Bedeng itu tentunya kebanyakan dipakai sebagai tempat tinggal. Meskipun ada berita lain yang menyebut ada diantaranya disewakan sebagai tempat esek-esek. Namanya tempat tinggal, menurut kamus ya artinya rumah. Apakah mereka membayar pada pemerintah pastinya tidak. Tidak membayar sama sekali, jangankan membayar full, DP-pun tidak. Mereka yang tinggal di rumah-rumah itu sama sekali tidak membayar DP alias DP 0. Bukankan lebih hebat dari DP 0%? Atau setidaknya sama sajalah. Lebih hebat lagi, bukan hanya DP-nya yang nol, cicilannyapun 0.

Mau berargumen kalau rumah itu statusnya bukan milik? Percayalah, kalau ditertibkan nanti, mereka juga akan demo minta dibayar. Mungkin memang buka  memiliki tapi “merasa” memiliki. Percayalah juga bahwa kalau nanti itu terjadi, akan banyak kalangan yang berdiri di belakang membela mereka dari penertiban.

About the author

Add Comment

By admin
A Journey Towards the Light

Recent Posts

Recent Comments

Archives

Categories

Meta

admin

Get in touch

Quickly communicate covalent niche markets for maintainable sources. Collaboratively harness resource sucking experiences whereas cost effective meta-services.